*Two Points 0, Prostitusi terselubung Viral, Meresahkan Masyarakat, Merubah Jakbar Jadi Kota Mesum*
Jakarta – Setelah Viralnya Pemberitaan Two Points 0 Prostitusi terselubung berkedok massage and lounge hingga Rabu 19 Febuari 2025 tetap tidak mendapatkan respon dari Pemkot Jakarta Barat melalui parenkraf dan satpol PP padahal sudah sangat banyak di keluhkan warga masyarakat dutamas, Di duga management Two points 0 massage and lounge telah berkoordinasi dengan APH dan walkot Jakbar parenkraf dan satpol PP.
Wajah kota jakarta barat akan berubah jadi kota “mesum” terutama wilayah dutamas dengan adanya lokasi prostitusi berkedok massage and lounge yang sengaja di biarkan tumbuh subur oleh walkot, parenkraf dan satpol PP Jakarta Barat. Owner massage and lounge tiap bulan rutin memberikan ” Upeti” ke oknum parenkraf dan satpol PP supaya usahanya aman dan nyaman. Sedangkan Walkot Jakbar tutup mata dan diam.
Two points 0 massage and lounge di taman dutamas blok D 8/9 kel Wijaya Kusuma kec Grogol Petamburan Jakarta Barat wilayah.
Warga masyarakat yang resah dengan prostitusi terselubung di dutamas sangat mengharapkan agar pemda dki jakarta, cross check dan investigasi ke lapangan, Agar tidak merubah wajah Jakarta Barat menjadi kota mesum, sejumlah Tokoh Agama, Tokoh masyarakat, dan Tokoh pemuda sangat mengharapkan kehadiran bapak Gubernura DKI Jakarta, Kepala Inspektorat DKI, Walikota Jakarta Barat, Kadis Pariwisata DKI Jakarta, Andhika Pratama, Kasudin Parekraf Jakarta Barat, dan Kepala seksi Industri Pariwisata, beserta Ketua Komisi C DPRD DKI Jakarta dan Kepala KejaksaanTinggi DKI Jakarta, untuk segera melaksanakan sidak ke Two Points O taman dutamas yang jelas menyediakan prostitusi terselubung dan minuman beralkohol.
Jika nanti dalam pelaksanaan sidak dan crosceknya serta investigasi ternyata benar menjadi ajang prostitusi terselubung berkedok massage and lounge. Harusnya di berikan sanksi yang tegas sesuai aturan hukum bukan meminta koordinasi, Mas Pram ketika menerima laporan dan link berita yang sudah naik sempat kaget dan berjanji akan menyelesaikan keluhan warga masyarakat dutamas dan akan mengevaluasi kinerja Pemkot Jakarta barat, mohon beri waktu akan di respon segera. Warga masyarakat sangat berharap bukan hanya sekedar janji tapi bukti nyata, baru warga apresiasi kinerja Gubernur yang baru. Mas Pram melalui Sesprinya memberikan petunjuk untuk membuat surat laporan resmi tentang keluhan warga masyarakat dutamas di sertai bukti didukung link Berita yang sudah tayang di beberapa media online. Hari Senin 24 Febuari 25 di tunggu agar dapat segera di proses.
Warga Masyarakat sangat mengharapkan kebijakan pemerintah yang tepat. Bukan hanya bisa menerima “Upeti” dari pelaku prostitusi terselubung berkedok massage and lounge, Sebagaimana dijelaskan dalam Pasal 52 Pergub Nomor 18 tahun 2018. Setiap pengusaha Pariwisata, yang tidak memenuhi ketentuan dalam Pasal 39, Pasal 43 dan Pasal 46 Ayat ( 1) dikenai sanksi :
– Teguran tertulis Pertama
– Teguran tertulis kedua.
– Teguran tertulis ketiga.
– Penghentian sementara kegiatan Usaha Pariwisata.
– Pencabutan TDUP disertai dengan Penutupan kegiatan Pariwisata.
Walkot Jakbar sudah di share link berita dan laporan tapi sampai saat ini tidak merespon, terlibat atau tidak dalam pembiaran terhadap prostitusi terselubung berkedok massage and lounge di jakarta barat yang berpotensi merubah wajah jakarta barat jadi kota *termesum*…..
Sampai berita ini di tayangkan Walkot Jakbar tidak menjawab konfirmasi media via WhatsApp memilih tetap bungkam *Ada Apa*
Menjadi tanda tanya dan pertanyaan Besar di warga masyarakat dutamas…???
Bersambung…..
*No Viral no justice*