28.4 C
Jakarta
Friday, July 3, 2026
Home Blog

**PALEMBANG** – Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., memimpin langsung kegiatan pemusnahan senjata api (senpi) rakitan hasil Operasi Senpi Musi 2026 yang dilaksanakan di Lapangan Tembak Mako Sat Brimob Polda Sumsel, pada Jumat (3/7/2026).

0

**PALEMBANG** – Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., memimpin langsung kegiatan pemusnahan senjata api (senpi) rakitan hasil Operasi Senpi Musi 2026 yang dilaksanakan di Lapangan Tembak Mako Sat Brimob Polda Sumsel, pada Jumat (3/7/2026).

 

Kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen Polda Sumatera Selatan dalam memberantas peredaran senjata api ilegal sekaligus menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman dan kondusif di wilayah Sumatera Selatan.

 

Dalam sambutannya, Kapolda Sumsel menyampaikan bahwa keberhasilan Operasi Senpi Musi 2026 merupakan hasil kerja keras seluruh personel Polda Sumsel beserta jajaran Polres yang telah bersinergi dalam melakukan penegakan hukum terhadap kepemilikan dan peredaran senjata api ilegal.

 

Proses pemusnahan dilakukan dengan cara merusak bagian utama senjata sehingga tidak dapat digunakan kembali. Langkah ini menjadi simbol ketegasan Polri dalam menutup ruang bagi peredaran senjata api ilegal yang berpotensi menimbulkan berbagai tindak kriminal serta mengganggu stabilitas keamanan di tengah masyarakat.

 

Melalui kegiatan ini, Polda Sumsel menegaskan komitmennya untuk terus melakukan upaya preventif, preemtif, dan represif dalam memberantas kepemilikan senjata api ilegal. Masyarakat juga diimbau agar tidak menyimpan maupun memperjualbelikan senjata api tanpa izin serta segera melaporkan kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya kepemilikan atau peredaran senjata api ilegal di lingkungan sekitarnya demi terwujudnya situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif di Provinsi Sumatera Selatan.

 

 

 

(Yuli)

Orang tua, Wali murid SMP Negeri 02 Boja keberatan dan resah dengan Dugaan penarikan sumbangan yang dilakukan sekolah Anggota Komnas LP.K-P-K Gercep

0

*Orang tua, Wali murid SMP Negeri 02 Boja keberatan dan resah dengan Dugaan penarikan sumbangan yang dilakukan sekolah Anggota Komnas LP.K-P-K Gercep*

 

Kendal, Update 87.com || Penerimaan raport semester genap, dan sekaligus kenaikan kelas dan kelulusan sekolah menengah Pertama sebenarnya menjadi momentum kebahagiaan orang tua wali murid dan keluarganya.

 

Namun yang terjadi suka di ikuti dengan duka dan keprihatinan yang cukup mendalam, yaitu dugaan penarikan sumbangan / iuran dari sekolah yang mengatasnamakan komite sekolah, namun diduga kuat jumlahnya ditentukan dan diduga pula sifatnya mengikat

 

*Permendikbud tentang pungutan sumbangan sekolah Negeri*

 

Aturan utama yang melarang sekolah negeri memungut sumbangan biaya pendidikan adalah *Permendikbud nomor 44 tahun 2012 tentang pungutan sumbangan biaya pendidikan* serta diperkuat dengan UU nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional.

 

Aturan tersebut membedah perbedaan antara pungutan dan sumbangan, *Pungutan* , bersifat wajib, mengikat, serta ditentukan jumlah dan jangka waktunya, sekolah negeri *Dilarang Keras* menarik pungutan untuk biaya satuan Pendidikan sesuai dengan peraturan Menteri Pendidikan dan kebudayaan No. 44 tahun 2012 tentang pungutan dan sumbangan biaya pendidikan.

 

*Sumbangan*

Bersifat sukarela dan tidak mengikat ( jumlah serta waktu tidak di tentukan) dan sekolah negeri diperbolehkan menarik sumbangan murni sukarela dan tidak mengikat serta tidak di tentukan batas minimal dan jangka waktunya dan di gunakan untuk membiayai menutup kekurangan biaya satuan Pendidikan, *Ombudsman RI*

 

Terkait dengan penggalangan Dana di lingkungan sekolah, hal ini diatur secara ketat oleh *Permendikbud nomor. 75 tahun 2016 tentang Komite Sekolah* Komite sekolah dapat menggalang Dana berupa sumbangan atau bantuan, tetapi tidak boleh mebebani siswa yang tidak mampu secara ekonomi dan menyatakan berkeberatan.

 

*keluhan dan keresahan orang tua wali murid*

 

Dalam penerimaan raport kenaikan kelas, banyak orang tua wali murid yang gembira karena putra putrinya naik kelas, namun di balik kebahagiaan itu terucap kata kata, uang dan uang lagi.

 

“*Saya sangat gembira anak saya naik kelas, namun saya untuk mengambil raport ini harus cari pinjaman untuk membayar iuran sekolah yang totalnya berkisar antara Rp.750.000,- yang di angsur 2 kali semester satu dan harus lunas di semester dua, ini saya sangat keberatan sekali*” Ujar ibu E kepada awak media

 

“*iuran ataupun sumbangan ini tetap harus di bayar, sebab saat rapat di sampaikan sumbangan itu untuk beli computer, dan kalau tidak nau nyumbang anaknya suruh bawa computer sendiri dan di ajar sendiri, kata kata ini terucap saat rapat dengan komite sekolah, saya selaku orang tua mau tidak mau tetap harus membayar walaupun harus hutang hutang buktinya dalam undangan penerimaan raport sambil disisipi Whatsapp yang mengatakan jangan lupa kalau masih ada kekurangan dengan komite*” Jelas ibu E

 

“*selain itu di setiap bulannya masih banyak iuran iuran dan ada aja kegiatannya*” Pungkas ibu E sembari berpesan jangan sebutkan nama saya lho pak wartawan takutnya anak saya bantu di kucilkan.

 

*Konfirmasi ke SMP 02 Boja*

 

Pada saat penerimaan raport semester genap atau kenaikan kelas hari sabtu 20 Juni 2026 pewarta akan konfirmasi kesekolah namun dari security mengatakan kepala sekolah lagi nungguin ujian UT,

“*kepala sekolah masih menungguin ujian UT dan jumlah siswa-siswi jelas 1 dan 2 sekitar 500an siswa*” Ungkap security SMP negeri 02 Boja kendal, kemudian pewarta menyampaikan, tolong sampaikan ke kepala sekolah tentang kedatangan kami di sekolah ini

 

Selanjutnya kunjungan ke dua dan ke tiga juga tidak ketemu akhirnya lewat Kaperwil Media Update 87 Jawa Tengah bersurat untuk klarifikasi terkait sumbangan yang di lakukan di SMP negeri 02 Boja kabupaten kendal.

 

Sampai berita ini diterbitkan surat yang di di Terima security pada 25/06/2026 untuk kepala SMP negeri 02 Boja belum ada balasan atau pun menghubungi pewarta

 

*Tanggapan Anggota Komnas LP.K-P-K RI*

 

Tanggapan LSM LP.K-P-K ( lembaga pengawal Kebijakan Pemerintah dan Keadilan) mengatakan “*kami dari Lembaga akan terus mengawal kasus ini dan akan bersurat ke Dinas dan Instansi terkait*,” Ucap Laksono dari Komnas LP.K-P-K

 

“*dan kami juga akan membentuk team investigasi untuk memantau Penerima siswa Baru terkait sumbangan dan/atau iuran agar tidak terjadi keresahan, ini kami lakukan sebagai lembaga Control sosial masyarakat sesuai dengan UU no.17 tahun 2013, tentang organisasi kemasyarakatan dan selain itu fungsi secara spesifik LSM juga secara umum di akui berperan sebagai kekuatan penyeimbang ( check and balance ) untuk mengawasi kebijakan Pemerintah dan memastikan akuntabelitas pelayanan Publik masalah yang terjadi di SMP negeri 02 Boja sudah sangat meresahkan dan saya yakin masih banyak terjadi pada sekolah sekolah lain*,” Jelasnya ke.awak media

 

Pewarta sangat menyayangkan kejadian ini terus terjadi, dengan alibi alibi yang terus di bangun seolah-olah sumbang dan/atau iuran ini di buat sedemikian rupa, dan kejadian yang terjadi di SMP negeri 02 merupakan sebagian kecil dan kami yakini masih banyak terjadi di sekolah sekolah lain khususnya di wilayah Kendal dan umumnya di Jawa Tengah, *kami mengajak ke seluruh elemen masyarakat apabila terjadi kejadian serupa untuk bisa menyampaikan ke media Jami agar dapat.segera di tindak lanjuti

 

( Red & Tim update 87 jateng)

Dansat Brimob Polda Sumsel, Kombes Pol. Susnadi, S.I.K., menghadiri Upacara Kenaikan Pangkat Personel Polda Sumsel yang dipimpin langsung oleh Kapolda Sumsel, Irjen Pol. Dr. H. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.

0

Dansat Brimob Polda Sumsel, Kombes Pol. Susnadi, S.I.K., menghadiri Upacara Kenaikan Pangkat Personel Polda Sumsel yang dipimpin langsung oleh Kapolda Sumsel, Irjen Pol. Dr. H. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H.,M.Hum.

 

Kegiatan tersebut berlangsung dengan khidmat di Lapangan Mapolda Sumsel pada Kamis (2/7/2026).

 

Upacara kenaikan pangkat merupakan salah satu bentuk penghargaan institusi kepada personel Polri yang telah menunjukkan dedikasi, loyalitas, integritas, serta kinerja yang baik dalam melaksanakan tugas dan pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Momentum ini juga menjadi motivasi bagi seluruh personel untuk terus meningkatkan profesionalisme dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat.

 

Dalam amanatnya, Kapolda Sumsel menyampaikan bahwa kenaikan pangkat bukanlah sekadar perubahan tanda kepangkatan, melainkan amanah dan tanggung jawab yang lebih besar yang harus diemban oleh setiap personel. Oleh karena itu, setiap anggota Polri diharapkan mampu menjaga kehormatan institusi, meningkatkan disiplin, serta terus memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat.

 

Kehadiran Dansat Brimob Polda Sumsel dalam upacara tersebut merupakan bentuk dukungan dan apresiasi kepada personel yang memperoleh kenaikan pangkat. Selain itu, kehadiran para pejabat utama Polda Sumsel juga menjadi wujud soliditas dan kebersamaan dalam membangun organisasi Polri yang semakin Presisi, profesional, modern, dan terpercaya.

 

Rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh khidmat hingga selesai. Diharapkan, kenaikan pangkat ini menjadi penyemangat bagi seluruh personel Polda Sumsel untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian, menjaga loyalitas terhadap institusi, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat demi terwujudnya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif di wilayah Sumatera Selatan.

 

 

(Yuli)

Adanya Bukti Damai, Putri Saraswati Berharap Roberto Dibebaskan dari Polrestabes Medan 

0

Adanya Bukti Damai, Putri Saraswati Berharap Roberto Dibebaskan dari Polrestabes Medan 

 

 

Medan – Putri Saraswati Dewi memohon dan berharap pihak Polrestabes Medan membebaskan suaminya (Roberto) yang saat ini masih ditahan.

 

Ia menyatakan bahwa dirinya telah melayangkan bukti surat perdamaian dan permohonan pencabutan laporan polisi ke Polrestabes Medan.

 

Pengajuan surat perdamaian dan permohonan pencabutan laporan itu diketahui sejak tanggal 12 Mei 2026, namun sampai saat ini belum juga ada kepastian hukumnya untuk dibebaskannya Roberto.

 

“Sejak kami serahkan surat perdamaian dan permohonan pencabutan laporan polisi terhadap suami saya sampai saat ini belum juga terealisasi (belum ada kepastian),” sebut Putri kepada wartawan, Rabu (1/7/2026).

 

“Tolong saya bapak Kapolrestabes Medan, bebaskan suami saya pak. Suami saya (Roberto) sebagai tulang punggung mencari nafkah untuk kebutuhan saya dan anak kami pak. Bantu saya pak, anak kami masih balita berusia 2 tahun, butuh kasih sayang dari seorang ayah. Surat bukti perdamaian dan permohonan pencabutan laporan polisi sudah kami ajukan pak, kabulkan permohonan saya itu pak, kasihanilah kami pak,” tangis putri dengan berharap suaminya dibebaskan.

 

Menurutnya, sejak diputus kuasa pendampingan hukum dengan pengacara berinisial TAS, menimbulkan dampak buruk terhadap pembebasan suaminya.

 

“Sebelum saya putus surat kuasa hukum dengannya, saya sudah sampaikan agar melakukan perdamaian dengan suami saya. Karena saya pun hanya niat beri pelajaran saja supaya untuk lebih dewasa dalam menjalani kehidupan rumah tangga. Namun permintaan saya itu ditolak langsung olehnya. Maka dari itulah saya mencabut (putus) kuasa hukum. Saya juga menduga mantan kuasa hukumnya tidak suka dan benci dengan suami saya (Roberto), makanya menghalangi saya untuk berdamai,” imbuhnya.

 

Lebih lanjut, Putri menjelaskan bahwa mantan pengacaranya yang sudah di putus kuasa diduga berperan aktif untuk menghalangi perdamaian hingga pencabutan laporan polisi di Polrestabes Medan.

 

” Kuat dugaan saya, bahwa mantan pengacara saya itu memprovokasi keluarga saya guna menghalangi dibebaskannya suami saya dari Polrestabes Medan. Sampai saat ini pun bang, saya tidak tau keberadaan mamak saya di mana. Karena yang membuat laporan mamak saya dan saya yang korban. Jadi patut diduga, mantan pengacara memprovokasi mamak untuk menghancurkan rumah tangga saya dengan suami,” ujarnya.

 

“Sekali lagi tolong saya pak, kalau pun ada yang menjadi provokasi, lihatlah anak saya pak yang masih balita ini, anak saya butuh susu, pempers, butuh kasih sayang dan lain-lain,” pintanya mengakhiri. (Endan)

Polres Kudus Serahkan Alsintan untuk Poktan Binaan, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

0

Polres Kudus Serahkan Alsintan untuk Poktan Binaan, Dukung Ketahanan Pangan Nasional

 

Kudus – Polres Kudus menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada Kelompok Tani (Poktan) binaan Polri di Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, Selasa (30/6/2026).

 

Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional, khususnya pengembangan komoditas jagung.

 

Penyerahan bantuan berlangsung di halaman Masjid Darusalam, Dukuh Ngrangit, dan dipimpin langsung Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo yang dihadiri Wakapolres Kudus, Kompol Rendi Johan Prasetyo, pejabat utama Polres Kudus, Kapolsek Jekulo, perwakilan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, PT Bisi International, penyuluh pertanian, pemerintah desa, serta pengurus kelompok tani.

 

Bantuan yang diserahkan berupa satu unit traktor roda empat dan tiga unit hand sprayer. Peralatan tersebut diharapkan dapat membantu petani meningkatkan efisiensi pengolahan lahan serta produktivitas budidaya jagung.

 

Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo mengatakan, Polri berkomitmen mendukung berbagai program pemerintah yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat, termasuk di sektor pertanian.

 

“Ketahanan pangan merupakan salah satu fondasi penting bagi pembangunan bangsa. Karena itu, Polri hadir tidak hanya menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga berupaya memberikan kontribusi nyata melalui pendampingan dan dukungan kepada para petani,” kata AKBP Heru Dwi Purnomo.

 

Ia berharap bantuan alsintan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh kelompok tani sehingga mampu meningkatkan hasil produksi jagung dan memperkuat ketahanan pangan di daerah.

 

“Kami berharap alsintan ini dapat meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendorong kesejahteraan petani. Sinergi antara Polri, pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dunia usaha, dan kelompok tani perlu terus diperkuat agar target ketahanan pangan nasional dapat tercapai,” ungkapnya.

 

Sementara itu, Ketua Poktan Binaan Polri Polres Kudus, Karno, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan Polres Kudus kepada para petani melalui bantuan alat dan mesin pertanian tersebut.

 

Menurutnya, bantuan ini sangat membantu kelompok tani dalam mengolah lahan jagung secara lebih cepat dan efisien.

 

“Kami mengucapkan terima kasih atas bantuan alsintan yang diberikan kepada kelompok tani binaan Polri. Bantuan ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan produktivitas pertanian,” ujar Karno.

 

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Polres Kudus memperkuat kolaborasi bersama masyarakat dalam mendukung program strategis pemerintah di bidang ketahanan pangan. (Red)

Personel Detasemen Gegana Satbrimob Polda Sumsel Terima Hasil Operasi Senpi Musi 2026 untuk Dimusnahkan

0

Personel Detasemen Gegana Satbrimob Polda Sumsel Terima Hasil Operasi Senpi Musi 2026 untuk Dimusnahkan

 

Palembang, 29 Juni 2026 – Personel Detasemen Gegana Satuan Brimob Polda Sumatera Selatan menerima hasil pelaksanaan Operasi Senpi Musi 2026 berupa senjata api yang diserahkan oleh satuan jajaran Polres di wilayah Polda Sumatera Selatan. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Senin, 29 Juni 2026, bertempat di Mako Detasemen Gegana Satbrimob Polda Sumsel.

 

Kegiatan penerimaan senjata api dipimpin oleh Ps. Kanit 1 Subden 2 Detasemen Gegana Satbrimob Polda Sumsel, IPDA Bakriadi, dengan melibatkan personel Detasemen Gegana yang bertugas melakukan pendataan, pemeriksaan, serta pengamanan terhadap seluruh senjata api yang diterima dari masing-masing Polres jajaran.

 

Senjata api yang diterima merupakan hasil pelaksanaan Operasi Senpi Musi 2026 yang berhasil dihimpun dari berbagai wilayah di Sumatera Selatan. Seluruh barang bukti tersebut selanjutnya akan melalui tahapan administrasi dan verifikasi sebelum dilakukan proses pemusnahan sesuai dengan ketentuan dan prosedur yang berlaku.

 

Pelaksanaan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam mengendalikan peredaran senjata api ilegal, mencegah penyalahgunaan senjata api di tengah masyarakat, serta menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polda Sumatera Selatan.

 

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan lancar. Personel Detasemen Gegana Satbrimob Polda Sumsel tetap mengedepankan profesionalisme serta standar operasional prosedur dalam penanganan dan pengamanan senjata api guna menjamin keamanan selama proses penerimaan hingga pelaksanaan pemusnahan nantinya.

 

 

(Yuli)

Sidang Ade Kuswara Memanas, Abah Kunang Minta Perhiasan Sitaan KPK Dikembalikan

0

Sidang Ade Kuswara Memanas, Abah Kunang Minta Perhiasan Sitaan KPK Dikembalikan

 

 

Bandung – Persidangan perkara dugaan tindak pidana korupsi dengan terdakwa Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Senin (29/6/2026).

 

Dalam sidang tersebut, perhatian tertuju pada pembahasan terkait sejumlah perhiasan milik Kartika Sari, istri H.M. Kunang sekaligus ibunda Ade Kuswara Kunang, yang sebelumnya disita oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

 

Tim kuasa hukum terdakwa menilai perhiasan yang disita penyidik KPK bukan berasal dari hasil dugaan tindak pidana korupsi maupun gratifikasi, melainkan merupakan hasil usaha yang telah lama dijalankan H.M. Kunang.

 

Kuasa hukum Ade Kuswara Kunang, Andriansyah S.H., mengatakan fakta persidangan menunjukkan bahwa perhiasan tersebut merupakan hasil jerih payah H.M. Kunang sebagai pengusaha limbah.

 

“Faktanya, perhiasan-perhiasan yang disita itu adalah hasil kerja keras Haji Muhammad Kunang sebagai pengusaha limbah. Bahkan tadi Abah Kunang juga sempat emosional dan meminta agar perhiasan tersebut dikembalikan karena menurut beliau tidak berasal dari dugaan tindak pidana korupsi maupun gratifikasi,” ujar Andriansyah usai persidangan.

 

Selain membahas soal perhiasan, tim kuasa hukum juga kembali menyoroti proses penjemputan atau Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK terhadap Ade Kuswara Kunang.

 

Menurut Andriansyah, pihaknya meminta agar saksi verbalisan atau pihak KPK yang terlibat dalam proses penjemputan dihadirkan di persidangan untuk memberikan penjelasan secara komprehensif mengenai rangkaian proses OTT.

 

“Kami meminta agar saksi verbalisan dari KPK dihadirkan di persidangan agar terang-benderang bagaimana rangkaian OTT itu dilakukan. Dalam beberapa perkara lain, penyidik juga dihadirkan di persidangan,” katanya.

 

Andriansyah mengungkapkan, pihaknya menduga terdapat sejumlah hal yang perlu diuji dalam persidangan, termasuk terkait administrasi dan mekanisme penjemputan terhadap kliennya.

 

“Kami menduga ada sejumlah prosedur yang perlu diuji, termasuk terkait waktu pelaksanaan OTT dan proses administrasinya. Karena itu kami ingin menghadirkan saksi verbalisan agar fakta-fakta tersebut dapat diuji di persidangan,” ujarnya.

 

Ia menambahkan, permintaan menghadirkan penyidik atau saksi verbalisan bukan ditolak oleh majelis hakim, melainkan diserahkan kepada Jaksa Penuntut Umum KPK.

 

“Majelis hakim tidak menolak. Namun, kewenangan itu diserahkan kepada Jaksa KPK dan sampai saat ini belum berkenan menghadirkannya. Padahal dalam prinsip keadilan, semua pihak harus memiliki kesempatan yang sama untuk menguji fakta-fakta yang ada di persidangan,” kata Andriansyah.

 

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum KPK, Ade Azharie, menyatakan bahwa dari sisi penuntut umum, pembuktian yang dihadirkan telah dianggap cukup.

 

“Pada dasarnya, kalau pembuktian dari kita sudah cukup,” ujar Ade Azharie usai persidangan.

 

Jaksa menegaskan bahwa agenda selanjutnya merupakan kesempatan bagi pihak terdakwa untuk menghadirkan saksi-saksi yang dinilai dapat memperkuat pembelaan.

 

Dengan demikian, apabila tim kuasa hukum terdakwa ingin menghadirkan saksi tambahan, termasuk pihak yang berkaitan dengan proses penjemputan Ade Kuswara Kunang, hal tersebut dapat dilakukan dalam agenda pembuktian dari pihak terdakwa.

 

Persidangan akan kembali dilanjutkan pada agenda berikutnya dengan pemeriksaan saksi yang diajukan oleh tim kuasa hukum terdakwa.

 

Sementara, dihadapan majelis hakim, Kartika Sari juga menjelaskan sumber penghasilan keluarga dan asal-usul perhiasan yang disita KPK.

 

“Ibu tahu tidak, penghasilan Abah rata-rata berapa?” tanya salah satu kuasa hukum.

 

“Untuk per bulan, kira-kira Rp3 sampai Rp4 miliar,” jawab Kartika.

 

Kuasa hukum kemudian kembali menanyakan asal-usul perhiasan tersebut.

 

“Dan perhiasan yang tadi disita, yang ibu ketahui itu Abah dapat dari mana?” tanya kuasa hukum.

 

“Ya Abah beli dari hasil usaha limbah itu,” jawab Kartika di persidangan.

 

Sekadar diketahui, dalam persidangan kali ini, jaksa menghadirkan sejumlah saksi, di antaranya Ono Surono, Ketua DPD PDIP Jawa Barat; Kartika Sari, ibunda Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang; Tenny Intania selaku Kepala Bidang Bina Konstruksi pada Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDA BMBK); Ruli Oktaviani dari pihak Lippo Cikarang; Willi yang merupakan sopir H.M. Kunang; Budi Utomo, putra H.M. Kunang sekaligus kakak Ade Kuswara Kunang; Romli Romliandi yang menjabat sebagai anggota Dewan Pengawas PDAM Tirta Bhagasasi; serta seorang staf dari perusahaan kontraktor milik Sarjan, yang turut dimintai keterangan di hadapan majelis hakim.

 

 

 

 

(Yuli)

Prajurit Marinir Indonesia Uji Kemampuan Perang Kota Modern Melalui Latihan MOUT di Hawaii

0

Prajurit Marinir Indonesia Uji Kemampuan Perang Kota Modern Melalui Latihan MOUT di Hawaii

 

Dispen Kormar TNI AL (Hawaii) – Prajurit Korps Marinir TNI Angkatan Laut terus meningkatkan kemampuan tempur modern melalui latihan Military Operations in Urban Terrain (MOUT) atau Operasi Militer di Wilayah Perkotaan yang dilaksanakan di Marine Corps Training Area Bellows (MCTAB), Hawaii, Amerika Serikat, Sabtu (27/06/2026).

 

Military Operations in Urban Terrain (MOUT) merupakan latihan yang melatih kemampuan prajurit dalam menghadapi pertempuran di lingkungan perkotaan dengan medan kompleks berupa bangunan, jalan sempit, serta keberadaan masyarakat sipil. Latihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan taktik, ketelitian, koordinasi, dan pengambilan keputusan dalam menghadapi situasi operasi militer modern.

 

Dalam pelaksanaannya, prajurit Marinir Indonesia disimulasikan melaksanakan operasi di kawasan perkotaan yang dikuasai oleh musuh bersenjata. Prajurit dituntut mampu melakukan pembersihan wilayah, mengidentifikasi ancaman, serta membedakan antara kombatan musuh dan masyarakat sipil guna menghindari kesalahan dalam bertindak.

 

Latihan MOUT dipimpin langsung oleh Pasiops Unsur Marinir RIMPAC 2026 Letda Marinir Mohammad Irvan Sugianto, S.Tr.Han. Seluruh rangkaian latihan dilaksanakan dengan menerapkan prosedur operasi modern, mulai dari perencanaan, manuver pasukan, komunikasi antarunsur, hingga evaluasi hasil latihan.

 

Dalam latihan tersebut, prajurit Marinir Indonesia dan unsur lawan menggunakan Laser Tactical Engagement Simulation (TESS) sebagai sistem simulasi pertempuran yang memberikan gambaran realistis mengenai kondisi peperangan. Teknologi ini mampu merekam setiap keterlibatan personel sehingga dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kemampuan tempur prajurit.

 

Komandan Unsur Tugas Marinir RIMPAC 2026 menyampaikan bahwa latihan MOUT menjadi bagian penting dalam meningkatkan kesiapan prajurit menghadapi dinamika peperangan modern yang semakin kompleks. “Latihan ini memberikan pengalaman berharga bagi prajurit untuk meningkatkan kemampuan taktik, koordinasi, serta pengambilan keputusan di medan operasi perkotaan dengan skenario yang realistis,” ujar Dan UT.

 

 

(Yuli)

Semarak Hari Bhayangkara ke-80, Dankorbrimob Polri Dukung Penguatan Sinergi Melalui Olahraga Bersama dan Pekan Olahraga Polri

0

*Semarak Hari Bhayangkara ke-80, Dankorbrimob Polri Dukung Penguatan Sinergi Melalui Olahraga Bersama dan Pekan Olahraga Polri*

 

Menjelang puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang diperingati setiap 1 Juli, semangat kebersamaan dan pengabdian kepada masyarakat terus digaungkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia melalui berbagai kegiatan yang melibatkan seluruh elemen bangsa. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Olahraga Bersama di kawasan Car Free Day (CFD) Patung Kuda, Monumen Nasional (Monas), yang dilanjutkan dengan Pembukaan Pekan Olahraga Polri di Polda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (28/6/2026).

 

Sejak pagi, kawasan CFD di sekitar Patung Kuda dipenuhi ribuan peserta yang mengikuti senam bersama, jalan santai, serta berbagai aktivitas olahraga. Kehadiran personel Polri yang berbaur dengan masyarakat menciptakan suasana hangat, akrab, dan penuh semangat kebersamaan.

 

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan dihadiri Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo, Dankorbrimob Polri Komjen Pol. Ramdani Hidayat, para pejabat utama Mabes Polri, serta Bhayangkari sebagai bentuk dukungan terhadap rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80.

 

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang bertujuan mempererat sinergi Polri dengan TNI, kementerian/lembaga, serta masyarakat melalui semangat hidup sehat, sportivitas, dan kebersamaan.

 

Ribuan peserta dari unsur Polri, TNI, kementerian/lembaga, serta masyarakat tampak antusias mengikuti olahraga bersama yang berlangsung di kawasan Car Free Day. Momentum ini menjadi simbol kuat sinergi antara Polri dan masyarakat dalam membangun Indonesia yang sehat, solid, dan harmonis.

 

Dalam keterangannya, Kapolri menjelaskan bahwa kegiatan olahraga bersama sengaja dirancang agar masyarakat dapat berpartisipasi secara aktif melalui berbagai aktivitas olahraga yang telah disiapkan.

 

“Kegiatan hari ini membuka ruang bagi masyarakat untuk ikut serta. Ada berbagai macam aktivitas olahraga yang bisa diikuti bersama sebagai bagian dari semangat kebersamaan menjelang Hari Bhayangkara ke-80,” ujar Kapolri.

 

Selain olahraga bersama, Polri juga menghadirkan berbagai layanan bakti kesehatan dan bakti sosial yang dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis. Sementara itu, Pekan Olahraga Polri mempertandingkan sembilan cabang olahraga sebagai ajang pembinaan prestasi sekaligus mempererat soliditas antarpersonel.

 

Sembilan cabang olahraga yang dipertandingkan pada Pekan Olahraga Polri meliputi bola basket, bola voli, bulutangkis, tenis lapangan, menembak, sky diving (terjun payung), taekwondo, judo, dan karate.

 

Kapolri berharap penyelenggaraan Pekan Olahraga Polri tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang siap mengharumkan nama Indonesia di tingkat nasional maupun internasional.

 

Lebih dari sekadar perhelatan olahraga, seluruh rangkaian kegiatan menjelang Hari Bhayangkara ke-80 menjadi bagian dari komitmen Polri untuk semakin dekat dengan masyarakat.

Berbagai program seperti bakti kesehatan, bakti sosial, perlombaan olahraga, e-sport, seni budaya, hingga pelayanan publik terus digelar di seluruh Indonesia sebagai wujud nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat.

 

Kapolri juga menegaskan bahwa Polri membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi, masukan, maupun kritik sebagai bahan evaluasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

 

Kehadiran Dankorbrimob Polri Komjen Pol. Ramdani Hidayat pada kegiatan tersebut mencerminkan komitmen Korps Brimob Polri dalam mendukung setiap program transformasi Polri yang berorientasi pada pelayanan, pengabdian, dan penguatan sinergi dengan masyarakat.

 

Melalui semangat kebersamaan yang terbangun dalam rangkaian Hari Bhayangkara ke-80, Korps Brimob Polri siap terus mengawal terwujudnya Polri yang semakin profesional, humanis, serta semakin dipercaya dan dicintai masyarakat Indonesia.

 

 

 

(Yuli)

DANSAT BRIMOB POLDA SUMSEL IKUTI OLAHRAGA BERSAMA HUT BHAYANGKARA KE-80, PERKUAT SEMANGAT PENGABDIAN UNTUK MASYARAKAT

0

DANSAT BRIMOB POLDA SUMSEL IKUTI OLAHRAGA BERSAMA HUT BHAYANGKARA KE-80, PERKUAT SEMANGAT PENGABDIAN UNTUK MASYARAKAT

Palembang – Dansat Brimob Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol. Susnadi, S.I.K., mengikuti kegiatan Olahraga Bersama Polda Sumatera Selatan dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80 dengan mengusung tema “80 Tahun Mengabdi, POLRI Untuk Masyarakat”, yang dipimpin langsung oleh Kapolda Sumatera Selatan, Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., bertempat di Stadion Wira Bhakti Komplek Pakri Palembang, Minggu (28/6/2026).

 

Kegiatan tersebut diikuti oleh Pejabat Utama Polda Sumsel, para Kapolres jajaran, personel Polda Sumsel, Bhayangkari, serta keluarga besar Polri. Rangkaian acara diawali dengan apel kesiapan, dilanjutkan jalan sehat, senam bersama, serta berbagai kegiatan yang bertujuan mempererat kebersamaan dan meningkatkan semangat hidup sehat di lingkungan Polri.

 

Kehadiran Kombes Pol. Susnadi, S.I.K. bersama personel Satbrimob Polda Sumsel menjadi wujud dukungan terhadap seluruh rangkaian kegiatan Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus memperkuat soliditas dan sinergitas antar satuan di lingkungan Polda Sumsel.

Kapolda Sumsel menyampaikan bahwa kegiatan olahraga bersama tidak hanya menjadi ajang menjaga kebugaran jasmani, tetapi juga sebagai momentum mempererat kebersamaan, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta memperkuat semangat pengabdian Polri dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

 

Melalui semangat “80 Tahun Mengabdi, POLRI Untuk Masyarakat”, Satbrimob Polda Sumsel berkomitmen untuk terus menghadirkan personel yang profesional, humanis, dan Presisi dalam melaksanakan tugas, sehingga kehadiran Polri semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

 

 

(Yuli)

sekabet girişSekabetSekabetSekabet GirişSekabet Güncel GirişPinbahisSekabetSekabetSekabetSekabet GirişSekabet Güncel Giriş